Rabu, 17 Maret 2010
Mimpi dan harapan Telecenter Muneng atas kunjungan Gubernur Jawa Timur ke Desa Muneng
Kunjungan Bapak Imam Utomo Gubernur Jawa Timur telah berlalu, bukan berarti menyisakan sesuatu yang berlalu juga. Paling tidak desa Muneng dan masyarakatnya masih mempunyai rasa kebanggaan dalam diri walaupun hanya sekelumit saja, dapat bertatap muka, berjabat tangan atau bahkan mengenang senyum Bapak Gubernur beserta Ibu yang sembari menebar senyum keramahan, kedamaian dan kebahagiaan.
Dengan program Gerdu Taskin (gerakan terpadu pengentasan kemiskinan) yang masuk ke desa Muneng, telah mengantar Bapak Gubernur Jawa Timur melakukan kunjungan kerja meninjau kondisi desa Muneng. Tak luput juga kondisi Telecenter Muneng yang telah memasuki tahun kedua masuk lokasi yang hendak dikunjungi.
Begitu sesak dan berjubel keadaan Telecenter Muneng tatkala orang nomor I di Jawa Timur ini singgah sekaligus melihat dari dekat Telecenter Muneng. Display foto kegiatan Telecenter yang dilakukan bersama masyarakat selama ini terpampang diserambi depan, sejenak Bapak Gubernur beserta rombongan melihat sekaligus menerima penjelasan dan paparan yang disampaikan oleh Ketua Pengelola Telecenter Muneng.
Penjelasan demi penjelasan disampaikan tanpa harus dibumbui untuk mendapatkan sebuah puji yang tanpa arti. Karena hal yang demikian telah dicoba dan dilakukan selama ini oleh pengelola Telecenter yang lebih senang dengan keadaan yang sebenarnya dan apa adanya. Sebab dengan membiasakan diri yang seperti ini pengelola Telecenter ingin sekali menghantarkan pemanfaat atau pengguna jasa Telecenter menjadi individu-individu yang percaya diri, sehingga harapan kedepan pada masyarakat yang sekaligus menjadi pemanfaat atau pengguna jasa tersebut menjadi individu-individu yang berguna dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Hingga Bapak Gubernur dan rombongan memasuki ruangan utama Telecenter Muneng yang sekaligus tempat para pemanfaat jasa Telecenter dalam mengakses dan berlatih komputer, yang sekaligus tempat berkumpulnya para pengelola Telecenter dalam melakukan aktifitasnya didalam jika kegiatan diluar bersama masyarakat sedang longgar. Bahkan tempat untuk berdiskusi atau musyawarah pengelolapun masih menjadi satu hanya bersekat tembok sebatas pinggang, mungkin lebih mirip dengan meja kecil yang memanjang.
Jika diserambi depan tadi sudah terlihat penuh sesak, apalagi memasuki ruangan dalam bagaikan kendaraan yang kelebihan muatan berjejal dan pengap sekali. Walaupun sudah tersedia AC tetap saja tidak mampu mengimbangi jumlah rombongan. Disela penuh sesaknya yang hadir saat itu bapak Gubernur masih menyempatkan diri berdialog dengan para pengguna jasa, yang memang sengaja diundang oleh pihak Telecenter guna menyambut kedatangan Bapaknya orang sejawa timur ini. Disamping itu juga dikenalkan produksi pupuk cair alami, EM4, dan pestisida alami yang semuanya telah mampu diproduksi oleh sebagian masyarakat petani desa Muneng dibawah binaan Telecenter Muneng. Terkait dengan kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Ketua Pengelola Telecenter, walaupun belum semuanya masyarakat mau membuat dan menggunakannya, paling tidak sudah muncul dari beberapa petani yang sadar akan pentingnya mengembalikan kesuburan tanah sawahnya dengan memanfaatkan limbah lingkungan menjadi pupuk alami. Melalui informasi dan sekaligus dampingan yang dilakukan oleh pengelola Telecenter di masyarakat, para petani ini sudah bisa membuat pupuk cair dan pestisida alami. Sehingga harapan dari pengelola Telecenter kedepan masyarakat petani mampu mandiri tanpa tergantung kembali pada asupan pabrik, yang sekaligus mampu menambah nilai hasil petani dengan menekan biaya operasional petani.
Dengan penjelasan yang disampaikan oleh Ketua Pengelola yang didampingi kepala Dinas BPDE Jawa Timur beserta stafnya yang sekaligus menjadi pembina Telecenter di Jawa Timur, Bapak Gubernur menjanjikan untuk membangun gedung baru bagi Telecenter Muneng yang dilengkapi tempat workshop dan lahan uji coba. Jika melihat kondisi gedung
Telecenter saat ini memang kurang memadahi, apalagi gedung yang selama ini ditempati merupakan gedung pijaman. Begitu mendengar ucapan baik dan janji kesanggupan dari Bapak Imam Utomo selaku Gubernur Jawa Timur ini, bagai tersiram hujan di musim kemarau, rahmat dari Allah SWT, sebab sudah sekian lama dari pengelola sangat berharap untuk dapat memiliki gedung sendiri dengan segala sarana dan prasarananya. Hal tersebut sekaligus merupakan tantangan bagi pengelola dan semua pihak yang terkait baik itu dari pihak desa, kecamatan dan bahkan kabupaten Madiun sendiri. Tinggal bagaimana kita menyikapi semua ini, tentunya hanyalah sebuah kenyataan saja yang mampu membuktikannya.
Dari pengelola Telecenter Muneng sendiri sangatlah berharap dengan sangat untuk dapat segara terwujud semua yang sudah terucap sebagai janji Bapak Gubernur Jawa Timur untuk masyarakat Muneng dan Madiun pada khususnya.
Sehingga kedepan melalui Telecenter Muneng, tujuan dari program yang ingin mereduksi masyarakat miskin dapat sedikit demi sedikit terwujud. Walaupun untuk mewujudkan hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mudah apalagi tanpa ada dukungan dari semua pihak. Untuk itu sesuai dengan semboyan dan motto dari Telecenter Muneng “JADILAH BAGIAN DARI KAMI” guna mewujudkannya. Agar semua cita dan harapan dari bangsa yang kita cintai ini dapat terwujud dengan kebersamaan serta kepedulian kita semua. Semoga Allah SWT memberikan ridho pada semua usaha yang kita lakukan, hingga mimpi dan harapan ini jadi kenyataan. Amin.
Dari yang hanya mimpi, kini terbuka jalan lebar untuk mewujudkannya. Bukanlah kita harus berpangku tangan menunggu janji itu terealisasi, akan tetapi kita harus berjuang agar janji tersebut tidak hanya sekedar janji. Babak baru menuju cerahnya hari esok bagi telecenter yang selama ini diliputi kabut mulai ada secercah harapan. Tantangan mewujudkan mimpi ini masih belum final, kerja keras dengan kesungguhan hati serta dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan telecenter yang mandiri dan penuh arti bagi masyarakat. (dewa1771/telecenter muneng)
10/13/2006 11:38 AM
Posting Komentar