Sabtu, 20 Maret 2010
BELAJAR BERSAMA HARAPAN
Pelatihan dan praktek pembuatan pupuk serta pestisida alami baru berlalu, dan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai seperti melakukan pertemuan ulang untuk pembahasan tindak lanjut masih menunggu saat yang tepat. Untuk hal yang satu ini oleh pengelola Telecenter telah dipersiapkan mulai undangan, pedoman dan petunjuk pembuatan pupuk serta pestisida alami dalam bentuk selebaran hasil dari pelatihan itu.
“Mas njing nopo malih klumpukane, kalihan nglanjutaken pripun leh ajeng nyeritake oleh-olehe saking ponorogo ugi bahan sing pun di damel kolo mben (mas kapan kita berkumpul kembali untuk membahas tindak lanjut dan hasil kunjugan dari Ponorogo juga bahan yang telah dibuat dalam uji coba dulu itu ),” tutur pak Towo salah satu peserta pelatihan saat itu dengan rasa semangat dan antusias untuk bisa berkelanjutan apa yang sudah dirintis akhir-akhir ini.
Pada kesempatan yang ada oleh pengelola Telecenter dicoba untuk berkoordinasi dengan sebagian peserta yang optimis melanjutkan kegiatan tersebut. Dan disepakati pada hari Rabu, 17 Mei 2006 yang baru lalu pertemuan dilakukan di rumah mas Riyanto.
Kesepakatan diawal saat terjadi pelatihan dibalai desa dibahas kembali oleh para peserta sendiri untuk tetap meneruskan kegiatan yang telah ada yaitu kumpulan dan membiasakan penggunaan pupuk alami dilahan masing-masing. Akan tetapi untuk pembuatan kompos dan pestisida alaminya bisa dilakukan bersama-sama untuk lebih meringankan beban sesama pelaku.
Walaupun penggunaannya belum seratus persen, paling tidak sudah dapat mengurangi biaya produksi mereka sedikit demi sedikit. Yang secara tidak langsung apa yang akan dilakukan itu menunjukan bukti bahwa masyarakat kita sudah mulai sadar akan kelestarian lingkungan terutama dilahan mereka sendiri. Meski hanya dilakukan oleh beberapa anggota masyarakat, semoga gerakan awal ini mampu mendongkrak penghasilannya serta masyarakat yang lain untuk mengikutinya.
Demi membangun kebersamaan dan kesepakatan yang telah dibuat bersama itu, dari pak Tarmuji dan didukung mas Budidoyo agar kumpulan yang berikutnya bisa dilakukan anjang
Kemauan yang telah tergerak ini muncul dari mereka, diantara peserta yang sedang asyik dengan diskusi dimana mas Yayak sebagai pendamping lapangan Telecenter menfasilitasi mereka. “ Tetapi akan lebih penting lagi jika
setelah ini kita mau memperhatikan apa-apa yang telah kita lakukan dan mengamatinya dengan perubahannya.” Agar tidak terlewatkan dalam mencermati perlu kita buat catatan dari kejadian itu dan jika perlu didokumentasikan sekaligus. Dalam hal ini kembali pengelola Telecenter mencoba membuatkan daftar dan kolom untuk pencatatan tentang apa yang telah dilakukan dengan ujicobanya. Sehingga mengetahui hasil perbedaan yang terjadi di tanaman mereka sendiri.
Posting Komentar