Sabtu, 20 Maret 2010
TANAM TUMPANGSARI
(Padi, jeruk dan sayur dalam satu lahan)
Pak Shodiq adalah salah satu petani dampingan Telecenter Muneng – Madiun. Pengalaman menanam padi selama ini membuat pikiran Pak Shodiq ingin ganti pola budidaya yang lebih menguntungkan, karena harga padi saat panen harganya selalu anjlok. Sampai suatu saat ada ide / gagasan untuk bisa tetap menanam padi tapi juga bisa menanam tanaman lain yang lebih menguntungkan. Dari berbagai diskusi dan juga dari berbagai pengalaman serta dari berbagai cerita akhirnya muncul ide untuk menanam padi dengan sistem tumpangsari yaitu dengan tanaman buah jeruk dan tanaman sayur.
Pengolahan lahan dibuat dengan desain sebagai berikut :
Dengan model tumpangsari seperti ini Pak Shodiq bisa lebih untung, karena saat ini semua tanaman tersebut sudah bisa menghasilkan. Sayur yang ditanam juga jenis sayur yang berumur pendek seperti sawi (cesin), kangkung darat, tomat, dan juga bayam. Apalagi di lahan Pak Shodiq sangat mengandalkan air hujan sebagai sumber irigasi, sehingga bila menanam padi pada musim kemarau menggantungkan pada sumur yang ada di lahan. Saat ini untuk penggunaan air musim kemarau bisa dihemat, dan bisa untuk menyirami tanaman lain yaitu sayur dan buah. Harga sayuran untuk musim kemarau juga lumayan tinggi.
Hasil yang didapat dari pola tanam ini dirasakan oleh Pak Shodiq lebih menguntungkan daripada tanam monokultur saja yaitu dengan tanam padi saja. Padi yang dihasilkan hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk hasil dari sayur serta buah bisa untuk tabungan atau pengembangan pertanian. Saat ini Pak Shodiq juga mengikuti jejak Pak Sukat dengan mengembangkan tanaman melon.


Posting Komentar